Perbedaan Drop Shipping pada Reseller dan Marketer

Begitu banyak toko online yang menggunakan sistem drop shipping namun mengabaikan bagaimana hukum jual beli menggunakan sistem drop shiping di mata Islam, maka ijinkan kami untuk berbagi tentang bagaimana hukum drop shipping dalam Islam yang telah kami kutip dari beberapa referensi yang insya Allah shahih.

Hakim bin Hizam pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِي الرَّجُلُ فَيَسْأَلُنِي الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِي أَبِيعُهُ مِنْهُ ثُمَّ أَبْتَاعُهُ لَهُ مِنْ السُّوقِ قَالَ لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

“Wahai Rasulullah, ada seseorang yang mendatangiku lalu ia meminta agar aku menjual kepadanya barang yang belum aku miliki, dengan terlebih dahulu aku membelinya untuk mereka dari pasar?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” (HR. Abu Daud no. 3503, An Nasai no. 4613, Tirmidzi no. 1232 dan Ibnu Majah no. 2187. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih).

Untuk memudahkan memahami permasalahan yang ada berikut akan kami ilustrasikan contoh kasus dalam drop shipping:

Reseller menjual dan mempromosikan barang dengan mengubah produk dan harga  dari Pemilik Barang serta menyembunyikan identitas Pemilik Barang, namun barang tidak ada pada Reseller dan pembeli melakukan pembayaran langsung kepada Reseller sedangkan pengiriman barang (drop shiping) dilakukan oleh Pemilik Barang.  Jenis tranksaksi jual beli ini tidak di perbolehkan dalam Islam berlandaskan hadist di atas :

“Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu.”

Namun transaksi ini akan di perbolehkan jika Reseller memposisikan diri sebagai Marketer yang bertindak sebagai pihak yang membantu Pemilik Barang dalam mempromosikan produk tanpa mengubah harga dan produk serta tidak menyembunyikan identitas Pemilik Barang, kemudian pembayaran dan pengiriman barang (drop shipping) dilakukan oleh Pemilik Barang, maka drop shipping pada transaksi ini di perbolehkan. Dan Marketer akan mendapatkan keuntungan berupah upah / fee dari transaksi penjualan, yang sudah di sepekati dengan Pemilik Barang sebelumnya.

Dari ilustrasi di atas dapat disimpulkan bahwa:

Sebagai Reseller:

  • Boleh menjual barang ketika barang sudah menjadi hak milik Reseller dengan melakukan transaksi terhadap Pemilik Barang.
  • Reseller dapat mengubah harga setelah terjadi transaksi dengan Pemilik Barang, karena barang sudah menjadi hak penuh Reseller.
  • Pembayaran dan pengiriman barang ke pembeli akan dilakukan oleh Reseller setelah terjadi transaksi.

Sebagai Marketer:

  • Hanya boleh menjual dan mempromosikan barang sesuai kesepakatan dengan Pemilik Barang, tanpa sedikitpun mengubah atau menyembunyikan identitas Pemilik Barang.
  • Akan mendapat upah / fee dari hasil penjulan bukan dengan mengambil keuntungan dari penambahan harga tanpa sepengetahuan Pemilik Barang, karena barang bukan menjadi miliknya.
  • Pembayaran dan pengiriman barang ke pembeli akan dilakukan oleh Pemilik Barang.

Demikian paparan singkat tentang perbedaan drop shipping pada Reseller dan Marketer diatas, semoga bermanfaat dan membuat kita tidak terjerumus dalan jual beli yang telah diharamkan oleh Allah. Wallahu Ta’ala a’alam bisshawab.

Referensi:

  • http://rumaysho.com/3035-sistem-dropshipping-dan-solusinya.html
  • http://arifinbadri.com/dropshipping-dan-solusinya/